RSS

Adas

31 Jan

Tanaman Adas  (Foeniculum vul-gare Mill.) adalah tanaman herba tahunan  dari familii Umbelliferae dan genus Foeniculum.  Tanaman ini berasal dari  Eropa Selatan dan daerah Mediterania,  yang ke-mudian  menyebar cukup luas di berbagai negara seperti Cina, Meksiko, India,  Itali,  Indian, dan  termasuk negara Indonesia.   Genus Foeniculum  mempunyai tiga spesies yaitu F. vulgare (adas), F. azoricum (adas bunga di-gunakan sebagai sayuran) dan F. dulce (adas manis digunakan juga sebagai sayuran). F. vulgare mempunyai sub spesies yaitu  F. fulgare var. dulce dan F. vulgare var. vulgare. Di Indonesia dikenal dua jenis adas yang termasuk ke dalam famili Umbelliferae, yaitu  adas (F. vulgare Mill.) dan adas sowa (Anetum graveolens Linn.)  Kedua  jenis ini telah banyak dibudidayakan di Indonesia,  ter-utama  adas (F. vulgare Mill.)  Sedangkan A. graveolens Linn lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah dan daunnya dimakan sebagai lalap.

selain sebagai bumbu masak,  tanaman adas mempunyai banyak kegunaan mulai  dari akar, daun, batang dan bijinya.   Daun adas digunakan sebagai di-uretik (pelancar air seni) dan me-macu pengeluaran keringat.  Akar-nya berkhasiat sebagai obat batuk, pencuci perut  dan sakit perut se-habis melahirkan.  Tanaman muda  digunakan juga sebagai obat gang-guan saluran pernapasan dan dari ekstrak buah adas dapat digunakan  untuk mengobati mulas.
Mengingat kegunaannya sebagai tanaman obat, maka tanaman adas merupakan salah satu tanaman  yang mempunyai peranan penting dalam industri obat tradisional di Indone-sia.  Hal ini dapat dilihat dari laju permintaan  dalam negeri terhadap simplisia adas yang terus mening-kat. Pada tahun  1984  pemakai-     an adas sebesar 10.498 ton/tahun, pada  tahun 1993 meningkat menjadi 321.520 ton/tahun.  Laju permintaan yang tinggi ini tidak diimbangi dengan budidaya secara intensif se-hingga negara Indonesia mengimpor  adas pada tahun 2000 sebesar   3.000 ton dari negara India, Mesir dan Iran, karena produksi lokal  hanya berkisar 300 ton/tahun.
Melihat   kegunaannya yang beragam dan kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi maka tanaman ini cukup potensi untuk dikembangkan. Untuk mendukung pengembangan tanaman adas perlu di-ketahui informasi tentang tanaman adas mulai dari  kegunaan, syarat tumbuh, penanganan benih dan teknik budidayanya.
Deskripsi Tanaman Adas
Tanaman dicirikan dengan ben-tuk herba tahunan, tingga tanaman dapat mencapai 1 – 2 m dengan percabangan  yang banyak, batang beralur. Daun berbagi menyirip, berbentuk bulat telur sampai segi tiga dengan panjang 3 dm,  bunga ber-warna kuning membentuk kumpulan payung yang besar. Dalam satu payung besar terdapat 15 – 40 payung kecil, dengan panjang tangkai payung 1 – 6 cm.  Bunga ber-bentuk oblong dengan panjang 3,5 – 4 mm.  Dalam masing-masing   biji terdapat tabung minyak yang letak-nya berselang-seling. Pada waktu muda biji  adas bewarna hijau ke-mudian  kuning kehijauan, dan ku-ning kecokelatan pada saat panen.
Kandungan bahan aktif          
Kandungan atsiri adas bervariasi antara 0,6 – 6%.  Buah yang terletak di tengah-tengah payung umumnya mengandung minyak atsiri yang lebih tinggi dan baunya lebih tajam  dibandingkan dengan buah yang terletak di bagian lain. Iklim dan waktu panen  sangat menentukan kandungan minyak atsiri.

Tabel 1. Kadar minyak atsiri, anethol, fenchone dan estragol

Jenis/tempat asal Kadar minyak(g/100 ml) Anethol (%) Fenchone (%) Estragol (%)
 Adas  (F. vulgare) Cipanas, Jawa Barat 3,83 43,3 33,3 15,3
Adas (F. vulgare) Lembang , Jawa Barat 3,23 28,3 28,9 16,9
Adas  jamu (F. vulgare) Jawa  Tengah 4,39 44,5 16,9 22,7
Adas (F. dulce)  dari pedagang 2,23 73,0 2,0 0,96
Anis (Star anis) dari pedagang 13,97 82,8 0,96
Sumber: Risfaheri dan Makmun (1999)
Minyak atsiri  yang paling utama  dari varietas dulce mengandung anethol (50 – 80%), limonene (5%), fenchone (5%), estragol (methyl-chavicol), safrol, alpha-pinene (0,5%), camphene, beta-pinene, beta-myrcene dan p-cymen. Sebalik-nya varietas vulgare tidak dibudi-dayakan, kadang-kadang mengandung lebih banyak minyak atsiri, tetapi karena dicirikan oleh  fen-chone yang pahit (12 – 22%) sehing-ga harganya lebih murah dari varietas dulce.
Kegunaan sebagai bumbu dapur
Biji  dan  minyak yang sudah di-destilasi dapat digunakan sebagai flavor (aroma) dalam industri makanan  seperti  bumbu daging, sayur-an, ikan, saus, sop,  salad dan lain-lain. Biji yang sudah dihancurkan dapat juga digunakan sebagai  bumbu salad (mayonnaise, kue yang manis). Tepung adas digunakan juga untuk bumbu kari,  daun yang muda dapat dimakan sebagai sayuran segar (lalap).
Kegunaan untuk obat dan industri lainnya
Sebagai tanaman obat adas dapat digunakan sebagai antispasmodik, karminatif, diuretik (pelancar air seni), ekspektoran (pengencer da-hak), laxative, stimulant (perang-sang),  dan obat sakit perut.  Dari sedikit akar  yang direbus sebagai sayuran  bisa digunakan untuk obat  batuk (pelancar dahak).  Adas juga digunakan  sebagai obat untuk merangsang air susu ibu (pelancar ASI), sebagai obat kolik dan digunakan untuk memperbaiki rasa obat lainnya. Minyak esensial dan oleoresin adas  dapat digunakan untuk aroma sabun, kream, parfum dan minuman beralkohol. Obat-obatan herbal Cina juga menggunakan adas sebagai obat gra-stroenteritis, hernia, gangguan pen-cernaan, gangguan abdomen, meng-hancurkan lendir dan merangsang produksi susu. Minyak esensial  adas dilaporkan bisa menstimulasi per-baikan liver pada tikus putih dan juga sebagai antibakteri.
Untuk kesehatan wanita  selain meningkatkan produksi ASI, adas juga dapat memperlancar haid, dan meningkatkan hormon estrogen se-hingga adas juga dapat memper-lambat menopause. Adas  juga dapat digunakan sebagai terapi  tradisional kanker prostat, dengan dosis 1 – 2 sendok teh adas yang telah dihancurkan kemudian direndam dalam secangkir air panas selama 10 menit, dan di-minum sebanyak 3 cangkir tiap hari.
Adas sebaiknya jangan diberikan pada penderita alergi terhadap wor-tel, selederi, penderita epilepsi dan anak di bawah umur. Adas aman digunakan sebagai obat dalam jang-ka waktu yang tidak lama.  Pemakai-an jangka lama dalam jumlah yang banyak akan memberikan efek samping di antaranya, kulit menjadi sensitif terhadap cahaya matahari,  di mana kulit menjadi gelap dan sakit terbakar matahari.  Sehingga selama pemakaian adas sebaiknya memakai proteksi (sunblock) apabila keluar ruangan.
sumber : mbah google
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2012 in Manfaat & Khasiat

 

Tag: , , ,

2 responses to “Adas

  1. http://jamujawaindonesia.blogspot.com/

    Juni 21, 2012 at 3:15 am

    Terima kasih informasinya. Sangat membantu.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: