RSS

Manfaat Khasiat Pule Pandak

11 Mei

Informasi Produk

0878 38 77 8700

Tanaman pulai atau pule (Alstonia scholaris) lebih dikenal masyarakat, karena sering digunakan sebagai peneduh dan elemen taman di kota-kota besar. Termasuk di kota Jakarta. Pule yang berupa pohon besar itu juga merupakan tanaman obat. Bagian yang dimanfaatkan kulit batangnya. Masyarakat Jawa Tengah menyebut jamu dari kulit batang pulai ini sebagai “babakan pule”. Rasa kulit batang pulai luarbiasa pahit. Pule pandak (Rauwolfia serpentina dan Rauwolfia verticillata) bukan keluarga pulai. Bahkan tanaman pule pandak hanya berupa semak dengan tinggi 1 sd. 1,5 m. Meskipun kurang populer, pule pandak merupakan tanaman obat penting. Salah satu khasiatnya adalah afrosidiak (meningkatkan gairah seksual). Sebab fungsi pule pandak mampu mengobati lemah syahwat yang disebabkan oleh gangguan fisik (akibat tekanan darah tinggi) dan juga akibat tekanan psikis.  Hingga pule pandak bisa disamakan dengan purwoceng (Pimpinella pruatjan), yang selama ini lebih dikenal sebagai “ginseng jawa”.

Sama dengan ginseng, purwoceng dan pasak bumi, bagian tanaman pule pandak yang dimanfaatkan adalah akarnya. Kalau akar ginseng dan purwoceng membentuk umbi, maka akar pule pandak hanya melingkar-lingkar seperti ular. Sifat akar pule pandak ini juga berlainan dengan akar pasak bumi yang lurus masuk ke dalam tanah seperti “pasak” yang ditancapkan ke “bumi”. Akar pule pandak berwarna merah mencolok. Akar yang tertinggal di dalam tanah karena tanamannya dicabut, terbakar atau terputus oleh cangkul, akan menumbuhkan individu tanaman baru. Hingga pule pandak bisa diperbanyak dengan stek akar maupun dengan biji. Oleh masyarakat tradisional, akar pule pandak sering dimanfaatkan untuk menawarkan bisa (antidote) akibat gigitan ular dan serangga serta obat penenang (sedative). Selain sebagai penawar bisa dan penenang, pule pandak juga berkhasiat melancarkan peredaran  darah.

 

Berdasarkan analisis farmakologis, akar pule pandak mengandung alkaloid resepine, reserpinine, rescinnsmine, yohimbine, ajmaline, ajmalinine, ajmalicine, serpentine dan serpentiine. Alkaloid yohimbine inilah yang berkhasiat mengobati gangguan syaraf (menenangkan), sekaligus mengembalikan keperkasaan seksual pria. Namun yohimbine yang terkandung dalam akar pule pandak kurang begitu penting jika dibandingkan dengan alkaloid reserpine yang mampu menurunkan tekanan darah (mengatasi hipertensi). Sementara alkaloid ajmaline mampu menormalkan denyut jantung. Dengan khasiat seperti ini, potensi pule pandak sebagai pengganti ginseng menjadi sangat besar. Meskipun kandungan alkaloid dalam akar pule pandak sangat ditentukan oleh umur tanaman dan lokasi budidayanya. Semakin kering dan tandus kawasan budidayanya, semakin tinggi kadar alkaloid dalam akarnya. Akar pule pandak terbaik saat ini dihasilkan oleh India dan Pakistan. Di Indonesia, budidaya pule pandak banyak dilakukan di kawasan hutan jati yang gersang seperti di Kab. Grobogan, Blora dan Bojonegara.

 

Sebenarnya, yang selama ini dikenal sebagai pule pandak dan dimanfaatkan sebagai tanaman obat hanyalah Rauwolfia serpentina. Sementara Rauwolfia verticillata lebih dikenal sebagai tanaman hias. Sebab penampilan tanaman maupun bunganya tampak lebih indah Rauwolfia verticillata. Sementara kandungan alkaloid Rauwolfia verticillata, terutama reserpinnya, hanya sekitar 30% dari alkaloid Rauwolfia serpentina. Namun sejak akhir tahun 1990an, mulai ada minat mengembangan Rauwolfia verticillata untuk mengantisipasi pengambilan Rauwolfia serpentina dari alam, terutama dari hutan-hutan jati. Sebab secara teknis, Rauwolfia verticillata relatif lebih mudah dibudidayakan dibanding dengan Rauwolfia serpentina. Meskipun sebenarnya, sejak 20 tahun terakhir sudah mulai banyak upaya untuk membudidayakan pule pandak Rauwolfia serpentina secara lebih serius. Upaya budidaya ini dilakukan karena faktor efisiensi. Sebab sebelumnya, sebagai substitusi ginseng yang harus diekspor dari Korea, perusahaan jamu menggunakan Rafflesia padma. Akibatnya, eksplorasi Rafflesia padma dari Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo, Jawa Timur mencapai titik kulminasinya. Tumbuhan yang sudah langka ini menjadi semakin langka.

 

Mulailah dicari alternatif substitusi untuk memperoleh tumbuhan yang khasiatnya lebih kurang sama dengan ginseng korea. pasak bumi (Eurycomae longifoliae) dari Kalimantan, sebenarnya juga memiliki kandungan yang mirip dengan ginseng. Namun upaya eksplorasi atau budidayanya relatif sulit. Sebab rata-rata pabrik jamu berada di Jawa, sementara habitat asli pasak bumi ada di Kalimantan. Padahal sebenarnya tumbuhan ini pun relatif mudah dibudidayakan. Terbukti pada akhir tahun 1980an pasak bumi bisa dibudidayakan secara massal di Darwin, Australia Utara. Sampai kemudian pilihan jatuh pada pule pandak Rauwolfia serpentina yang kandungan zat aktif dalam akarnya mirip dengan ginseng korea. Namun upaya budidaya pule pandak secara serius sampai sekarang belum pernah dilakukan. Pelaku budidaya pule pandan selama ini hanyalah sebatas para petani penggarap di sekitar hutan jati, atau kolektor tanaman obat.

 

Padahal pule pandak sangat mudah dibudidayakan. Tanaman pule pandak juga sering disebut akar tikus, karena akarnya yang lurus itu kadang-kadang tampak mirip dengan ekor tikus. Nama lain tanaman ini adalah akar ular (snake-root atau arbre aux serpents). Sebab sepintas, akar pule pandak juga kelihatan seperti ular, selain juga sering digunakan untuk mengobati gigitan ular berbisa atau serangga beracun lainnya. Tanaman ini terdapat menyebar mulai dari India, Srilanka, Bangledesh dan seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Sebaran tanaman pule pandak di Indonesia, terutama terkonsentrasi di pulau Jawa. Pule pandak bisa tumbuh baik mulai dari dataran rendah dengan ketinggian 0 m. dpl. sampai ke dataran tinggi 1000 m. dpl. Pule pandak juga toleran terhadap bermacam agroklimat. Mulai dari kawasan basah seperti Jawa Barat sampai dengan yang ekstrim kering seperti di NTT. Namun kandungan alkaloid serpentinnya, akan optimal kalau pule pandak dibudidayakan di kawasan seperti Kab. Grobogan, Blora, Rembang dan terus ke Jawa Timur yang beriklim kering.

 

Budidaya pule pandak bisa dilakukan dengan biji maupun stek akar. Budidaya dengan stek akar sebenarnya lebih menguntungkan, karena ketika tanaman digali dan dicabut, pasti banyak akar kecil-kecil yang tidak terpakai. Akar ini bisa disemaikan untuk memperoleh individu tanaman baru. Budidaya dengan biji juga mudah dilakukan, sebab pule pandak sudah mulai berbunga dan mengeluarkan biji pada umur satu tahun semenjak ditanam. Sifat pule pandak ini mirip dengan tanaman buah makasar (Brucea javanica) yang juga mampu berbuah pada umur satu tahun semenjak tanam. Bunga pule pandak akan muncul di pucuk tanaman berupa malai kecil. Bunga Rauwolfia serpentina lebih kecil dibanding bunga Rauwolfia verticillata. Bunga ini akan berubah menjadi buah setelah terserbuki. Tiap buah pule pandak hanya mengandung satu biji. Biji dari buah yang telah tua harus segera disemai di dalam pot atau polybag dengan media tanah yang gembur.

 

Penyemaian ini harus dilakukan secepat mungkin, sebab masa istirahat (dorman) biji pule pandak sangat singkat. Di habitat asilnya, buah pule pandak akan dimakan oleh burung atau hewan pemakan buah lainnya. Biji pule pandak yang tidak tercerna akan keluar bersama dengan faces dan segera tumbuh di lokasi yang berjauhan dari induknya. Meskipun pule pandak relatif tahan dengan berbagai agroklimat serta kodisi tanah, namun untuk memperoleh kualitas akar yang baik, diperlukan lahan yang gembur dan berlapisan humus tebal. Di lahan seperti ini pertumbuhan akar pule pandak akan bisa optimal. Selain itu pemanenannya juga akan lebih mudah jika dibandingkan dengan budidaya di lahan yang bertanah liat atau tanah keras lainnya. Meskipun pule pendak sudah bisa dipanen akarnya pada umur satu tahun, namun volume akar maupun kualitasnya masih sangat rendah. Idealnya pule pandak dipanen akarnya pada umur antara 3 sd. 5 tahun, hingga diperoleh kandungan alkaloid penting yang optimal.

 

Panen pule pandak antara umur 3 sd. 5 tahun ini masih lebih cepat dibandingkan panen ginseng korea (Panax ginseng), yang baru bisa dilakukan antara umur 6 sd. 10 tahun. Akar pule pandak yang sudah dipanen, biasanya dicuci bersih, dipotong dengan ukuran antara 5 sd. 10 cm. kemudian dikeringkan dengan penjemuran sampai benar-benar kering. Karena panen pule pandak biasanya dilakukan pada musim kemarau, maka pengeringan dengan penjemuran ini tidak akan bermasalah. Saat ini penghasil akar pule pandak utama dunia adalah Thailand, meskipun kualitasnya masih di bawah India dan Pakistan. Sebenarnya, budidaya pule pandak bukan hanya berpeluang ekonomis untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, melainkan juga untuk ekspor. Sebab meskipun reserpine yang terkandung dalam pule pandak sudah bisa dibuat sintetisnya, namun kualitas reserpine asli dari pule pandak tetap lebih baik. Salah satu khasiat ekstrak pule pandak yang saat ini menonjol adalah sebagai obet penenang (Tranquillizer), terutama pada penderita stres berat.

juragan jamu jual pule pandak

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 11, 2013 in Manfaat & Khasiat

 

Tag: , , , , , , , ,

One response to “Manfaat Khasiat Pule Pandak

  1. Firman Budiman

    Desember 11, 2014 at 4:24 pm

    Mohon informasi, dimana saya bisa memperoleh obat dari bahan dasar pule pandak ini. Saya sangat berminat karena sudah membuktikan keampuhan obat ini . Hanya saat ini saya kesulitan memperoleh obat berbahan dasar pule pandak ini. Mohon informasinya. Terima kasih

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: