RSS

Obat dari Lautan (Biota Laut)

30 Sep

 

biota lautpara ahli melirik biota laut, sebagai sumber unsur aktif bagi obat-obatan. Alasannya, sudah banyak sumber unsur bio-aktif di daratan yang didata dan diteliti. Sementara lautan ibaratnya wilayah yang masih terlupakan. Para peneliti mengakui, sampai beberapa tahun lalu, lebih banyak memiliki data penelitian Bulan atau Mars, ketimbang hasil penelitian kelautan. Padahal diyakini potensi kelautan amatlah luas. diantaranya :

Sponges dan karang lunak (soft corals)

Sponges dan karang lunak (soft corals) mengandung berbagai jenis senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai obat anti kanker, anti bakteri, anti asma, anti fouling. Senyawa bioaktif lainnya dari sponges yang juga digunakan untuk industri farmasi adalah bastadin, okadaic acid, dan monoalide. Senyawa bioaktif monoalide yang diperoleh dari spons Luffariella variabilis merupakan senyawa yang memiliki nilai jual tertinggi daripada senyawa bioaktif dari spesies sponges lainnya, yaitu US$ 20.000 per miligram.

Beberapa jenis mikro algae juga memiliki potensi untuk menghasilkan bahan bioaktif. Sebagai contoh Spirulina mengandung pycocyanin di dalam selnya. Bahan tersebut telah diproduksi secara komersial oleh Dai Nippon Ink Co dengan merk dagang ”Lina Blue”.

Spirulina
Spirulina juga memiliki kandungan lengkap vitamin dan mineral. Kandungan kalsiumnya tiga kali lebih tinggi dibanding susu hewani, dan zat besinya tiga kali lebih besar dibanding bayam (USDA, 2000). Spirulina memiliki tiga pigmen yang kaya protein yaitu phycosianin, klorofil, dan zeasantin. Phycosianin yang merupakan antioksidan larut air, berkhasiat untuk menunjang kesehatan hati dan ginjal. Zeasantin berkhasiat untuk kesehatan mata, dan klorofil adalah antioksidan yang bersifat antikanker dan antiracun.

Kini produk suplemen kesehatan yang berasal dari algae hijau seperti Spirulina dan Chlorella dengan segala keunggulannya (mampu menurunkan kolesterol dan lipida darah, dll)

invertebrata laut, tunicate (Tridemnum sp)
Selain mikro algae, masih banyak biota laut  di Indonesia yang mengandung bahan-bahan bioaktif yang bermanfaat bagi industri kosmetik, kesehatan, makanan dan berbagai industri lainnya.  Jenis invertebrata laut seperti tunicate (Tridemnum sp) misalnya,  mengandung bahan aktif untuk penyembuhan penyakit leukimia, B-16 melanoma, dan M5076 sarcoma.
Tempurung kura-kura dan penyu diekstrak untuk obat luka dan tetanus.

Ekstrak kuda laut untuk penenang atau obat tidur; dan sebagai obat kuat semacam viagra.

Empedu ikan buntal yang dahulu berbahaya/beracun dan dapat membunuh manusia yang memakannya karena mengandung substansi bioaktif tetrodotoksin, kini sudah dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk memperbaiki saraf otak yang rusak dan sebagai zat anestesi bagi pasien yang akan dioperasi.

Pemanfaaatan limbah Krustasea seperti udang, kepiting, rajungan dan lobster menjadi khitin dan khitosan telah banyak digunakan dalam industri kertas, tekstil, bahan perekat, bahan pengkelat, dan obat penyembuh luka.

Salah satu terobosan bioteknologi dalam pemanfaatan limbah udang yang menjadi isu nasional pada awal tahun 2006 yaitu ditemukannya pengganti formalin oleh khitosan dari limbah kulit udang. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menggunakan formalin sejak tahun 1970-an sebagai bahan pengawet makanan; baik produk perikanan dan pertanian terutama pada produk-produk tradisional seperti bakso, tahu, ikan asin, mie, dan lainnya yang secara klinis dapat mengakibatkan kanker karena bersifat karsinogenik.

Keunggulan khitosan dari bahan pengawet sintetis yang berbahaya bagi tubuh dikarenakan khitosan bersifat bakterisidal dan mampu membentuk tekstur makanan menjadi lebih baik. Sehingga, selain dapat mengawetkan makanan, sekaligus juga mampu menjaga mutu produk yang dinginkan.
Minyak Ikan

Omega-3 juga dikenal sebagai produk bioteknologi yang berasal dari minyak ikan. Omega-3 dari ikan laut mempunyai fungsi vital dalam meningkatkan tingkat kecerdasan serta menjaga kesehatan jantung dan menjaga kesehatan persendian. Kandungan EPA (Eicosa Pentanoic Acid) dan DHA (Dokosa Hexanoic Acid) dalam Omega-3 merupakan rantai karbon tak jenuh yang berkhasiat juga untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

timun laut atau teripang (gamat)
Salah satu filum Ecinodermata laut yang sedang menjadi primadona saat ini di Indonesia dan Malaysia yaitu timun laut atau teripang (gamat). Biota bergenus Holoturia sp. ini selain memiliki rasa yang lezat, juga memiliki khasiat mujarab untuk obat, karena kandungan asam amino esensialnya yang lengkap.

Secara tradisional, teripang telah digunakan dalam pengobatan Cina sejak ribuan tahun silam. Teripang sebagai obat, berkhasiat mengatasi penyakit sirosisi hati, mioma dan segala penyakit yang menyebabkan pengerasan dan pembengkakan organ tubuh. Selain itu teripang berkhasiat membantu proses penyembuhan stroke, asama, diabetes melitus, jantung koroner, hepatitis, psoriasis, asam urat, dan radang sendi/osteoarthritis. Kandungan kolagen, MPS (mucopolisacarida), EPA, dan DHA menjadi rahasia di balik kesaktian teripang dalam menyembuhkan penyakit-penyakit itu.
juraganjamu jual kuda laut, teripang/gamat, rumput laut/spriluna.. dll

CS 0878 3877 8700

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 30, 2014 in Manfaat & Khasiat

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: