RSS

Obat Sakit Mata Alami

17 Okt

MATASakit mata merupakan keluhan yang sangat umum terjadi akhir-akhir ini dan merupakan penyakit yang sangat mengganggu aktivitas manusia. Polusi udara dan kelelahan akibat terlalu terforsirnya kerja mata, seperti terlalu lama menatap layar komputer, merupakan penyebab yang sering dialami oleh penderita sakit mata.

Sakit mata juga bisa terjadi karena adanya peradangan lapisan penutup bola mata dan kelopak akibat infeksi dan iritasi yang disebabkan baik oleh bakteri maupun virus. Selain itu, sakit mata juga bisa diakibatkan karena adanya gangguan bawaan atau sering disebut dengan istilah glaukoma. Glaukoma terutama terjadi pada mereka yang memiliki orang tua dengan riwayat kesehatan mata buruk, sehingga gangguan mata orang tua bisa menurun pada anaknya (faktor genetik).
berikut Tanaman obat yang bisa digunakan untuk sakit mata:

TANAMAN KITOLOD

Tanaman kitolod memiliki beberapa nama seperti Lidah Payau ( Melayu), Kitolod atau Jarojet (Sunda), Kendal atau Sangkobak (Jawa Tengah), Star of Betlehem (Inggris) dan Tong Ban Cao (Cina)

KITOLODCiri- ciri tanaman ini antara lain;

  • tinggi tanaman ini 60 cm berbentuk semak dan tumbuh semusim,
  • batangnya bulat, daun berwarna hijau,
  • lebar daun 2-3 cm dan bunga berbentuk lonceng dengan mahkota menyerupai bintang bertajuk lima berwarna putih.
  • getahnya berwarna putih yang rasanya tajam dan mengandung racun

Menurut Dalimarta penggunaan daun dan bunga kitolod sendiri dapat digunakan dalam bentuk segar seperti tumbukan, perasan, seduhan dan rebusan yang oleh masyarakat daun dan bunga kitolod dimanfaatkan sebagai obat mata, katarak, sakit gigi, asma, bronchitis, radang tenggorokan, luka dan kanker.

Kemampuannya sebagai obat karena daun kitolod mengandung zat bioaktif seperti senyawa alkaloid, flavonoid dan saponim. Zat bioaktif adalah zatzat yang termasuk metabolit sekunder yang bersifat aktif secara biologis. Aktivitasnya antara lain sebagai antimikrob yaitu suatu zat yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroba seperti bakteri, khamir dan kapang yang dapat digunakan untuk pangan dan farmasi.

Menurut Ismaylova daun kitolod mempunyai aktivitas sebagai anti bakteri pada pasien penderita kongjungtivitis. Bakteri yang berhasil diisolasi terindetifikasi sebagai Stapylococcus hominis. Selain itu juga dilaporkan bahwa seduhan daun kitolod memiliki aktivitas anti bakteri lebih besar dibandingkan ekstrak refluks daun kitolodnya.Konjungtivitas lebih dikenal sebagai pink eye atau lebih dikenal dengan peradangan pada konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata)

Penggunaan kitolod sebagai obat mata bisa dilakukan dengan dua cara.

Cara pertama

Ambil tiga lembar daun kitolod yang telah dicuci bersih,jemur dan keringkan, setelah kering tumbuk semua daun dan seduh dengan air. Air daun kitolod disaring dari ampas daun. Setelah disaring, air seduhan daun kitolod bisa digunakan untuk mengobati mata.
Cara Kedua

Ambil tiga lembar daun kitolod, masukkan daun kedalam mangkuk yang telah diisi dengan air sebanyak lima sendok makan, haluskan daun dengan menggunakan sendok hingga lumat semua, saring airnya dari ampas daun kitolod. Setelah selesai air daun kitolod bisa digunakan untuk mengobati mata.

Pengunaan rebusan air tanaman kitolod sangat pedih, rasa pedih itu akan hilang dan mata akan terasa nyaman lagi.

Menggunakan daun sirih

Khasiat daun sirih sudah sangat banyak diketahui masyarakat nusantara secara meluas. Disamping efektif untuk mengobati dan menyembuhkan sakit mata, daun sirih merupakan antiseptic yang sangat mujarab membersihkan lendir-lendir di dalam mata. Caranya siapkan lima lembar daun sirih segar. Masaklah air cukup untuk sepiring atau lebih kurang 600cc air bersih, sambil menunggu air mendidih, cuci bersih daun sirih dan remas-remas atau hancurkan daun sirih di atas piring (lebih baiknya anda gunakan piring porselain), hal ini untuk mengeluarkan getah dan zat antiseptic daun sirih dan untuk mengetahui seberapa banyak kotoran pada mata anda.

Setelah air mendidih tuangkan ke dalam piring yang sudah berisi remasan daun sirih tadi. tunggu hingga air sampai dingin kemudian saring airnya. Langkah berikutnya rendamlah mata Anda yang sakit atau kemasukan debu pada piring yang berisi air sirih yang telah disaring, sambil di rendam lakukan gerakan buka dan tutup mata anda dalam air sirih tersebut, lakukan ini lebih kurang 2 menit utuk setiap bagian mata. kemudian ulangi lagi sampai anda merasakan bahwa debu sudah bersih dari mata anda. Namun jika anda megalami sakit mata lakukan secara rutin 3 hari berturut-turut

Menggunakan bawang putih

Selain untuk bumbu masakan, bawang putih juga bisa untuk mengobati sakit mata Anda. Caranya dengan basuh muka dengan air yang bersih hingga mata terbebas dari kotoran-kotoran kemudian keringkan dengan menggunakan handuk bersih. Ambil satu siung bawang putih yang telah di cuci bersih. Potong bagian ujung bawang sedikit. Gosokkan secara perlahan ujung bawang putih yang telah di potong tadi sejajar dengan akar bulu mata. Jangan digosokkan di bagian kelopak atas, sebaiknya gosokkan saja di bagian kelopak mata bawah. Tunggu beberapa saat hingga menimbulkan rasa perih, geli, bahkan gatal hingga membuat kepala seolah-olah bergoyang. Tahan, jangan langsung di cuci. Ulangi lagi langkah diatas dengan beberapa kali, agar bisa memberikan hasil maksimal.

Menggunakan daun melatimelati

Daun melati juga bisa membantu proses penyembuhan sakit mata secara alami. Caranya dengan mengambil satu genggam daun melati, tumbuk halus, kemudian tempelkan pada dahi. Bila sudah mengering ganti dengan yang baru. Ulangi sampai sembuh.

Menggunakan buah delima

Cara kedua bisa menggunakan buah delima yang terlebih dahulu dihaluskan dan kemudian airnya bisa diminum sebagai obat herbal dari dalam.

Semoga informasi mengenai cara alami mengobati sakit mata ini bisa bermanfaat bagi anda. Selamat mencoba.

JURAGAN JAMU – SUPLIER BAHAN BAKU JAMU DAN HERBAL

JUAL KITOLOD, DAUN SIRIH, DAN TANAMAN OBAT LAINNYA .. KERING/BUBUK

INFO 0878 3877 8700

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2014 in Artikel Penyakit

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: