RSS

Pewarna Alami pada Makanan

19 Okt

1. Pewarna Alami

Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang bahan-bahannya banyak diambil dari tumbuh-tumbuhan.

Terdapat banyak warna cemerlang yang dipunyai oleh tanaman dan hewan dapat digunakan sebagi pewarna untuk makanan. Beberapa pewarna alami ikut menyumbangkan :

  1. Nilai nutrisi (karotenoid, riboflavin, dan kobalamin)
  2. Merupakan bumbu (kunir dan paprika)
  3. Pemberi rasa (karamel) ke bahan olahannya (Cahyadi, 2009).

Umumnya yang menggunakan pewarna alami adalah makanan tradisional, misalnya kunyit untuk warna kuning, daun suji untuk warna hijau, dan daun jambu atau daun jati untuk warna merah.Pewarna alami ini mempunyai kelemahan dan kelebihan, yaitu :

  1. Kelebihan
  2. Aman untuk dikonsumsi.
  3. Mempunyai nilai gizi dan menambahkan nilai gizi tersebut pada produk.
  4. Kelemahan
  5. Ketersediaan bahannya yang terbatas
  6. Warnanya tidak homogen sehingga tidak cocok digunakan industri makanan dan minuman.

Penggunaan bahan alami untuk produk misal akan membuat biaya produksi menjadi lebih mahal dan lebih sulit karena sifat pewarna alami tidak homogen sehingga sulit menghasilkan warna yang stabil (Syah, 2005).

Umumnya pewarna alami aman untuk digunakan dalam jumlah yang besar sekalipun, berbeda dengan pewarna sintetis yang demi keamanan penggunaannya harus dibatasi

Bahan pewarna alami yang banyak digunakan antara lain sebagai berikut:

1. Daun suji

Suji (Dracaena angustifolia (Medik.) Roxb. syn. Pleomele angustifolia (Medik.) N.E. Br.) merupakan tumbuhan perdu tahunan yang daunnya dimanfaatkan orang sebagai pewarna hijau alami untuk makanan. Daun suji memberi warna hijau yang lebih pekat daripada daun pandan wangi, yang juga merupakan sumber warna hijau, tetapi tidak memiliki aroma.

Selain dimanfaatkan sebagai pewarna, tumbuhannya biasa ditanam di pekarangan karena bentuknya yang indah dan bunganya yang menyebarkan aroma wangi, terutama pada sore hari. Bunga majemuk tersusun dalam karangan dengan mahkota bunga berwarna putih kekuningan, kadang-kadang dengan semburat ungu. Kultivar hias telah dikembangkan dengan daun variegata (loreng hijau kuning).

Pengobatan tradisional Asia Timur mengenal rimpang dan akar suji sebagai sumber tonikum dan diduga berkhasiat mengobati leukemia.

 

2. Buah kakao

merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat pada makanan, misalnya es krim, susu cokelat, atau kue kering.

3. Kunyit (Curcuma domestica)

mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna kuning pada makanan, misalnya tahu, bumbu Bali, atau nasi kuning. Selain itu, kunyit dapat mengawetkan makanan.

4. Cabai merah,

selain memberi rasa pedas, juga menghasilkan zat warna kapxantin yang menjadikan warna merah pada makanan, misalnya rendang daging atau sambal goreng.

5. Wortel,

Wortel dengan nama ilmiah Daucus carota ini berwarna orange dan tumbuh liar di daerah subtropis di kawasan Asia tengah dan pertama kalinya ditemukan sejak 6.500 tahun lalu kemudian penyebarannya sampai di indonesia saat ini.

Wortel dapat dibudidayakan dengan menanam umbi dan akarnya dengan siklus hidup antara 1 hingga 2 tahun. Bentuk umbinya menyerupai tanduk yang mengandung lebih dari 80 nutrisi seperti beta karoten, vitamin A, B kompleks, Vitamin C , kalsium dan lain-lain.

Satu cangkir (122.00 gram) wortel mentah mengandung 52.46 kalori. Umbi wortel dapat dimanfaatkan sebagai  bahan kosmetika dan pengobatan serta sebagai bahan makanan sehari-hari.

1.      Pemanfaatan Wortel Untuk Bahan Pengobatan

Beberapa jenis penyakit dapat disembuhkan dengan menggunakan wortel. Banyaknya kandungan vitamin dan mineral dalam umbi wortel sangat mendukung untuk mempercepat penyembuhan beberapa penyakit, antara lain:

  1. Senyawa beta karoten yang terkandung dalam umbi wortel sangat manjur untuk mencegah dan memerangi penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker serviks (kanker leher rahim), kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker prostat maupun kanker saluran kemih. Selain dapat mencegah dan mengobati kanker, wortel juga bermanfaat untuk menyamarkan flek-flek hitam pada kulit.
  2. Senyawa yang terkandung pada wortel sangat baik untuk mencegah dan mengobati penyakit rabun senja dan beberapa masalah lain yang berhubungan dengan penglihatan.
  3. Manfaat wortel lainnya dalam dunia medis adalah mengatasi tukak  lambung, amandel, gangguan pada sistem pernapasan, mencegah sambelit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan penyedia kalsium dalam proses pembentukan tulang.
  4. Terakhir, zat-zat yang terdapat dalam wortel seperti paspirine bermanfaat untuk mengatasi kemandulan  dan menyuburkan sistem reproduksi.
    1. Wortel mempunyai rasa renyah dan enak sehingga sangat cocok untuk segala campuran jenis bahan makanan lainnya. Bahan makanan yang sering kita jumpai saat ini seperti masakan sup, capcai, bistik, masakan kari dan beberapa makanan lainnya.
    2. Dalam industri makanan, hasil pengolahan umbi wortel banyak kita jumpai dalam bentuk minuman dan makanan seperti jus wortel, manisan, snack  dan dapat pula dijadiakan sebagai bahan pewarna alami untuk berbagai jenis makanan dll.
    3. Selain kandungan dari umbi wortel, biji wortel juga banyak mengandung flavonoid, minyak atsiri, termasuk asaron, pinen, limonen, asam tiglat, azaro, bisabol, dan meristin yang berkhasiat memberikan efek aprodisiak.
    4. Daun wortel dapat dijadikan sayuran dan mengandung paspirine yang bermanfaat untuk  merangsang kelenjar pituitary (kelenjar di bawah otak) yaitu kelenjar berperan penting dalam memberikan pesan untuk pelepasan hormon seks sehingga dapat meningkatkan fungsi kerja kelenjar endoktrin dalam menjaga kesuburan sistem reproduksi.

6. Karamel, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 170 °C.

7. Gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat pada makanan, misalnya pada bubur dan dodol.

Image

8. Kayu Secang
Secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian batangnya. Cara menggunakannya, batang basah diserut dan dikeringkan. Serutan batang kayu secang kering direbus dengan air dan disaring, baru dicampurkan ke dalam adonan atau bahan yang akan diwarnai. Secang memberikan warna merah. Kayu secang dapat diperoleh di toko yang menjual jamu tradisional.

Image

9. Angkak
Warna merah angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah sintetis. Saat ini angkak digunakan pada berbagai produk makanan seperti pada pembuatan anggur, keju, sayuran, pasta ikan, kecap ikan, minuman beralkohol, aneka kue, serta produk olahan daging seperti sosis. Angkak digunakan dengan cara diseduh air panas, air seduhan pertama dibuang karena rasanya pahit. Baru pada seduhan ketiga disaring, lalu haluskan. Pewarna merah juga dapat diperoleh dari kulit bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L) dengan cara diseduh air panas terlebih dahulu sebelum digunakan, atau diperoleh dari bit yang direbus lalu diambil airnya, atau diblender bitnya.

Image

10. Bunga Telang
Bunga telang berwarna biru keunguan yang banyak tumbuh di Asia. Warna biru keunguannya dapat digunakan sebagai pewarna alami biru pada penganan.
Cara menggunakan: cuci bersih bunga telang, remas-remas atau tumbuk dengan sedikit air matang, lalu saring. Bisa juga dengan merebus bunga talang hingga bunga layu dan airnya berwarna biru, kemudian saring dan diambil airnya. Alternatif lain bisa juga dengan cara merendam bunga telang dengan air panas hingga airnya berwarna biru, remas-remas, saring, dan ambil airnya. Untuk menyimpan dalam waktu lama, bunga telang bisa dikeringkan dengan cara dijemur di sinar matahari, lalu masukkan ke dalam kemasan yang kering dan tertutup.

11. Kluwak, Abu Merang dan tinta cumi.
Untuk hidangan atau kue yang berwarna hitam dapat digunakan abu merang yang dibuat dari merang yang dibakar, lalu diayak. Atau bisa juga kluwak kwalitas baik dipecahkan, lalu diambil daging buahnya untuk kemudian dihaluskan dan dicampur dengan bumbu lainnya, atau dari tinta cumi yang dilarutkan dengan air.

12. Anggur menghasilkan warna ungu.

13. Strawberry warna merah

14. Tomat warna oranye.

15. Bunga pacar air

16. Bunga Kembang sepatu

17. Bunga tasbih/kana

18. Bunga Krisan

19. Pelargonium

20. Aster cina

21. Apel

22. Cherry

23. Manggis

24. Umbi ubi jalar

25. Bunga belimbing sayur menghasilkan warna merah

26. Daun pandan  menghasilkan warna hijau

Daun pandan yang sering dikenal sebagai daun wangi, merupakan tanaman tanpa bunga yang memiliki aroma yang khas. Aroma wanginya yang khas biasanya digunakan untuk pewangi makanan dan biasanya dicampurkan ketika sedang memasak makanan. Tanaman pandan biasa dijumpai pada pekarangan rumah ataupun tumbuh liar di sekitar selokan atau lapangan becek yang teduh. Masyarakat Indonesia cenderung mengenal pandan sebagai pandan wangi saja, walaupun pada kenyataannya, terdapat beberapa jenis pandan yang terdapat di Indonesia. Mungkin banyak yang belum mengetahui berbagai manfaat daun pandan yang banyak jenisnya ini.

  • Pandan suji.

Daun pandan suji atau pandan China biasa digunakan sebagai pewarna alami makanan yang cenderung aman. Warna hijau yang dihasilkan berasal dari banyaknya kandungan klorofil yang terdapat pada permukaan daun pandan.

  1. Pandan duri

Pandan duri dimanfaatkan sebagai bahan baku anyaman. Daun pandan terlebih dahulu dijemur dan dikeringkan. Setelah kering durinya dihilangkan dan dibuat sebagai bahan baku anyaman, baik untuk tikar maupun topi pandan.

  1. Pandan wangi

Pandan wangi daunnya digunakan sebagai pewangi dan pewarna makanan, juga komponen dekorasi dan pewangi ruangan. Pandan wangi juga bisa bermanfaat sebagai obat herbal alami dalam menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

  1. Pandan kaku

Pandan kaku yang menghasilkan buah merah dari Pulau Papua ini dikenal berkhasiat sebagai obat atau suplemen yang menyehatkan tubuh.

  1. Pandan laut

Pandan laut merupakan jenis tanaman hias yang tumbuh menjulang agak tinggi dan biasanya digunakan sebagai tanaman hias.

  1. Pandan melintir

Pandan melintir yang memiliki buah seperti durian dengan ukuran lebih kecil ini cocok digunakan sebagai hiasan taman.

Berbagai jenis dan manfaat daun pandan yang telah disebutkan diatas ternyata memiliki berbagai kegunaan selain digunakan sebagai bahan tambahan pewangi makanan atau pewangi ruangan dalam dekorasi pesta.

27. Daun katuk menghasilkan warna hijau

28.. daun jati

Tanaman jati merupakan pohon yang berusia hingga 100 tahun. Pohon jati memiliki tinggi hingga mencapai hingga 30-45 m. Separuh dari tinggi pohon ini dapat berupa batang saja dimana diameternya mencapai 220 cm. Sedangkan daunnya berbentuk seperti jantung membulat dengan ujung runcing dan permukaannya berbulu. Daun yang masih muda berwarna hijau kecoklatan, sedangkan daun yang tua berwarna hijau tua keabu-abuan. Pada saat musim kemarau, tanaman ini akan menggugurkan daunnya dan akan kembali tumbuh jika memasuki musim penghujan. Daun jati yang masih muda dapat digunakan sebagai pewarna alami dan menghasilkan warna merah kecoklatan.

juragan jamu – suplier bahan baku jamu dan herbal

jual biji angkak, kayu secang, kunyit, daun suji, daun katuk dan tanaman jamu/herbal lainnya

info hub. 087838778700

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 19, 2014 in Manfaat & Khasiat

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: