RSS

Kesemutan, Penyebab dan Penanganannya

03 Nov

Seringkali kita tidak memperdulikan kesemutan yang terjadi pada tubuh kita, karena hal itu akan hilang dari sendirinya. Padahal kesemutan bisa menjadi gejala penyakit yang berat. Hal ini disampaikan oleh beberapa ahli kedokteran, seperti yang akan dijelaskan dibawah ini.

  • ika kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan
  • Atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas
  • Atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering
  • Atau bila kesemutan menjadi rasa kebal

Sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Kesemutan jenis ini bisa merupakan gejala penyakit serius berikut ini:

 

 1.      Radang Sumsum Tulang Belakang (Myelitis)

Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV). Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

2.      Diabetes mellitus atau kencing manis

Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.

3.      Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun. Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.

Pada orang dewasa, kadang-kadang kesemutan ini didahului oleh flu berat. Kesemutan semakin menghebat, naik dari ujung jari menjalar sampai kepusar. Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal. Lalu penderita sukar berjalan.

Bila terjadi infeksi di tulang belakang, dari pusar kebawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan myliltis (radang sumsum tulang belakang). Tergantung pada kerusakannya, penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.

Makanya menghadapi pasien kesemutan, dokter selalu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Barangkali pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang atau bahkan otak.

4.      Jantung

Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.

Pada pasien jantung, kesemutan bisa muncul akibat komplikasi jantung dengan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si pasien menjalani operasi transplatasi, ada bekuan darah, yang kemudian terbawa aliran darah keatas, sehingga terjadi penyumbatan diotak. Bila kebetulan sumbatan itu mengenai daerah yang menyatur sistem sensorik, sipenderita akan merasakan kesemutan sebelah.

5.      Rematik

Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh. Dalam hal ini, saraf terjepit bukan akibat tertekan melainkan sendi dipergelangan tangan yang berubah bentuk karena faktor usia. Operasi dapat dilakukan oleh ahli bedah saraf untuk mengendurkan saraf tersebut. Namun bila rematiknya  dapat diobati, tindakan operasi tak perlu dilakukan.

6.      Stroke

Pada penderita stroke yang terjadi juga mirip. Bahkan lebih dari itu, jika yang terserang adalah sistem motorik, ia akan lumpuh. Namun bila yang terserang sistem sensorik saja, yang ia rasakan hanya kesemutan atau baal sebelah.

7. Spasmofilia (Tetani)

Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain : kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.

8. Guillain-barre Syndrome

Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.

Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

 Penyebab Kesemutan

1. Rangsangan Listrik Terhambat

Pada dasarnya kesemutan merupakan suatu gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu tidak tersalur secara penuh. Yang paling sederhana, misalnya, jalan darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk atau tertekan terlalu lama.

Sistem saraf sensorik mempunyai prosedur kerja baku. Stimulus berupa sentuhan, tekanan, rasa sakit, dan suhu panas atau dingin diterima oleh reseptor di kulit, yang lalu dikirimkan ke saraf tepi, dan masuk ke susunan saraf pusat di sumsum tulang belakang. Di sini stimulus diteruskan ke atas sampai thalamus, terus ke kulit otak (cerebral cortex). Baru pada saat inilah apa yang dirasakan tadi disadari oleh si individu.

Kalau ada gangguan dalam jalur sensorik baku tadi, timbullah kesemutan.Yang mesti kita waspadai adalah jika ada gejala lain diluar kesemutan. Kalau ada tumor di otak selain gejala kesemutan atau bebal tadi ada juga sakit kepala, gangguan penglihatan, pendengaran, muntah-muntah dan kelumpuhan kecil.

2. Hormon
Gangguan pada tingkat hormon dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan ankle (pergelangan kaki), yang memicu tekanan pada saraf. Pembengkakan juga mengganggu aliran darah ke otot, yang menyebabkan kram dari penumpukan asam laktat dan buruknya oksigenasi.

3. Kekurangan Kalsium
Kalsium merupakan jenis mineral penting yang dibutuhkan untuk kontraksi otot dan transmisi syaraf. Kekurangan kalsium bisa menyebabkan kram otot dan kesemutan, tetapi mungkin juga menandakan masalah gagal ginjal, kekurangan vitamin D dan hipoparatiroidisme (penurunan fungsi kelenjar paratiroid).

4. Cedera
Kesemutan dan kram akibat trauma kompresi saraf dapat terjadi setelah seseorang mengalami kecelakaan cedera tulang belakang atau patah kaki. Bekas luka di sekitar saraf dan arthritis pada tulang belakang atau kaki dapat memicu sensasi abnormal dan kejang otot setahun kemudian.

5. Rheumaotid arthritis

Menurut Merck Medical Library, rheumatoid arthritis dari pergelangan kaki dapat menyebabkan tarsal tuneel syndrome. Tekanan dari dekatnya pembengkakan akan memicu kesemutan di kaki. Usahakan agar kaki Anda tetap terangkat ke atas untuk meringankan gejala. Tetapi pada beberapa kasus kronis, dokter mungkin akan menyarankan operasi.

Anak-anakpun dapat terserang gangguan kesemutan ini. Namun bila suatu kali anak mengeluh kesemutan pada jari-jari dan terus merambat ke atas besar kemungkinan itu hanya akibat kekurangan vitamin. Biasanya ini diderita anak-anak yang agak besar. Tapi kesemutan pada anak-anak jarang terjadi, karena jaringan sarafnya masih fleksibel dan anak-anak biasanya lebih aktif bergerak.

Solusi Alami Mengatasi Kesemutan

Kesemutan dapat dihilangkan dengan :

  1. Memperbaiki aliran darah di bagian tubuh yang kesemutan. misalnya dengan memijat atau menggerakan bagian tubuh yang kesemutan secara perlahan.
  2. Memberi obat yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12 untuk mengembalikan fungsi saraf sehingga kesemutan hilang.
  3. Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol karena alkohol dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B, terutama B1 yang sangat diperlukan dalam aktifitas saraf.
  4. Mengkonsumsi buah pisang atau kelapa muda.

Tips Mencegah dan Mengatasi Kesemutan

  • Jaga sikap dan posisi

Setiap kali beraktivitas, tidak ada salahnya kita menjaga sikap dan posisi tubuh yang menekan syaraf dan peredaran darah, seperti menonton tv sambil tiduran, atau menulis di lantai sambil telungkup atau tengkurap. Hindari juga tidur pada bagian yang keras.

  • Olahraga

Kita dapat mencegah kesemutan dengan berolah raga secara teratur karena cara ini dapat melancarkan peredaran darah.

Sirkulasi yang buruk atau kekurangan suplai darah ke tangan atau kaki, bisa menyebabkan mati rasa dan kesemutan. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda melakukan olahraga otot yang berat atau saat udara sangat dingin.

  • Istirahatkan bagian tubuh yang digunakan bekerja

Saat kita bekerja, seringkali kita lupa mengistirahatkan sejenak bagian tubuh kita. Misalnya saat bekerja, seringkali tanpa sadar kita menekuk kaki atau tangan terlalu lama. Jika ini terjadi, bukan mustahil kita akan mengalami kesemutan. Begitu juga saat kita mengetik. Ada baiknya saat mengetik, kita istirahatkan jari sebentar, melemaskan jari dan siku agar aliran darah kembali normal.

  • Jaga kebutuhan vitamin B1

Kekurangan vitamin B1 dapat mengganggu aliran atau rangsangan pada sistem syaraf. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin b1, kita dapat mengonsumsi makanan yang banyak zat besi.  Bahan makanan yang kaya akan zat tersebut, antara lain daging merah, sayuran hijau segar, dan biji-bijian.

  • Minumlah 8 gelas air putih setiap hari

Hal ini tidak hanya mencegah dehidrasi, tetapi juga mengurangi kemungkinan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jumlah cairan yang cukup di dalam tubuh harus dijaga, baik sebelum maupun sesudah beraktivitas berat atau berolahraga.

  • Latihan teratur

Peregangan kaki secara teratur pada siang hari akan membuat otot rileks dan mencegah kesemutan. Jika kaki kesemutan terjadi pada malam hari, regangkan kaki Anda secara lembut. Hal ini akan membantu merangsang aliran darah di kaki.

  • Meningkatkan asupan kalium, kalsium dan natrium

Ketiga mineral itu penting untuk membantu mengolah cairan di dalam tubuh. Konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, unggas, dan ikan. Penuhi kalsium dengan mengonsumsi yogurt rendah lemak atau susu bebas lemak. Sumber alami natrium adalah bahan pangan, baik nabati maupun hewani. Umumnya pangan hewani mengandung natrium lebih banyak dibandingkan dengan nabati. Natrium juga mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari seperti pada kecap, dan makanan hasil laut.

  • Kenakan alas kaki yang tepat dengan sol yang mendukung tubuh dengan baik

Alas kaki atau sepatu berhak tinggi sebaiknya dihindari.

  • Mandi air hangat sebelum tidur

Hal ini akan mengendurkan otot-otot di kaki dan mengurangi kemungkinan kesemutan.

  • Penggunaan selimut tebal

Selimut tebal dapat memberi tekanan pada kaki. Dalam udara dingin, kenakan kaos kaki supaya lebih hangat.

 

juragan jamu – suplier bahan baku jamu dan herbal

jual tanaman obat kering dan bubuk

info hub, 0878 3877 8700

.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 3, 2014 in Artikel Penyakit

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: